A. Jenis-jenis inflasi
Inflasi dapat ditinjau dari tiga segi, yaitu tingkat keparahan, penyebab, dan asal.
- Tingkat keparahan
- Berdasarkan tingkat keparahannya inflasi dibagi menjadi empat, yaitu
- inflasi ringan (di bawah 10% per tahun),
- inflasi sedang (antara 10-30% pertahun),
- inflasi berat (antara 30 -1 00% per tahun), dan
- inflasi sangat berat atau hiperinflasi (di atas 100% per tahun).
Inflasi ditinjau berdasarkan penyebabnya ada dua macam.
- Demand pull Inflation adalah permintaan dari masyarakat yang terlalu besar tidak dapat dilayani oleh kapasitas produksi sehingga keseimbangan antara permintaan dan penawaran terganggu dan mengakibatkan harga-harga naik.
- Cost push Inflation (kenaikan biaya produksi) adalah inflasi yang disebabkan karena kenaikan harga bahan baku atau kenaikan upah/gaji.
Menurut asalnya, inflasi dibagi menjadi dua macam.
- Imported inflation.lnflasi ini terjadi karena adanya inflasi di luar negeri yang mengakibatkan naiknya harga barang di dalam negeri. Hal ini banyak dialami oleh negara-negara yang sedang berkembang yang sebagian besar produksinya menggunakan bahan dan alat dari luar negeri.
- Defisit anggaran belanja negara yang terus-menerus.
Penyebab terjadinya inflasi, antara lain karena adanya hubungan
ekspor impor antarnegara dan teori mengenai uang beredar. Akibatnya,
dapat merugikan orang yang berpenghasilan tetap, harga barang-barang
ekspor menjadi mahal, dan orang-orang segan untuk menabung karena nilai
nyata uang merosot.
D. Teori-teori inflasi
Berikut macam-macam teori inflasi:
- Teori kuantitas, menyatakan jika terjadinya inflasi karena jumlah uang yang beredar dan harapan masyarakat mengenai kenaikan harga di masa yang akan datang.
- Teori Keynes, menyatakan terjadinya inflasi karena adanya kelebihan permintaan dari masyarakat.
- Teori strukturalis, menyatakan terjadinya inflasi karena adanya kekakuan struktur perekonomian terutama di negara-negara berkembang.
E. Cara mengatasi inflasi
Inflasi dapat diatasi dengan tiga kebijakan pemerintah, yaitu:- Kebijakan moneter: Adapun yang termasuk dalam kebijakan moneter, yaitu Politik diskonto, adalah politik bank sentral untuk memengaruhi peredaran uang dengan cara menaikkan dan menurunkan tingkat bunga; Politik pasar terbuka adalah dengan cara membeli dan menjual surat-surat berharga; Politik persediaan kas adalah politik bank sentral dengan cara menaikkan dan menurunkan persentase persediaan kas .
- Kebijakan fiskal: Adapun yang termasuk dalam kebijakan fiskal adalah pengaturan pengeluaran pemerintah dan peningkatan tarif pajak.
- Nonmoneter: Kebijakan ini dapat ditempuh dengan cara peningkatan produksi, kebijakan upah, dan pengawasan harga.
Jurnal penyesuaian
diartikan sebagai jurnal yang disusun untuk menyesuaikan saldo akun
atau rekening yang belum menunjukan saldo sebenarnya ke saldo yang
sebenarnya pada ahir periode akuntansi. Berdasarkan pengertian jurnal
penyesuaian tersebut dapat dipahami bahwa jurnal penyesuaian bertujuan
untuk menyesuaikan saldo akun tertentu pada suatu periode, bukan
membenarkan kesalahan dalam pencatatan. Apabila terdapat kesalahan atau
kekeliruan dalam penjurnalan atau pencatatan transaksi keuangan maka
kesalahan tersebut dapat diselesaikan dengan jurnal koreksi, untuk
memahami tentang jurnal koreksi lebih lanjut silahkan baca artikel menyusun jurnal koreksi.
Dengan penyusunan jurnal penyesuaian maka akan membuat pengukuran laba
atau rugi periode tersebut lebih akurat dan membuat nilai aktiva dan
kewajiban yang sesuai dengan periode tersebut sehingga akan menghasilkan
laporan keuangan yang benar dan penyajian aktiva dan pasiva dalam
neraca saldo setelah penutup juga menampilkan saldo yang benar dan
sesuai dengan kondisi perusahaan.
Tujuan Jurnal penyesuaian
- Setiap rekening riil, khususnya rekening aktiva dan rekening utang menunjukkan jumlah yang sebenarnya pada akhir periode
-
Setiap rekening nominal, khususnya rekening pendapatan dan biaya
menunjukkan pendapatan dan biaya yang seharusnya diakui dalam suatu
periode.
Rekening yang perlu disesuaikan antara lain adalah sebagai berikut:
A. Pendapatan yang masih harus diterima atau piutang pendapatan
Piutang pendapatan merupakan pendapatan yang sudah menjadi hak perusahaan tetapi belum diterima secara tunai oleh perusahaan dan belum dicatat dalam buku perusahaan.
Piutang pendapatan merupakan pendapatan yang sudah menjadi hak perusahaan tetapi belum diterima secara tunai oleh perusahaan dan belum dicatat dalam buku perusahaan.
Contoh :
Tanggal 31 Desember sebuah hotel belum menerima pembayaran sewa kamar sebesar Rp 500.000; karena pembayaran baru dilakukan pada saat check out.
Dari kondisi tersebut maka dibuat jurnal penyesuaian sebagai berikut:
- See more at:
http://akuntansipendidik.blogspot.com/2012/09/Cara-penyusunan-jurnal-penyesuaian-dengan-penalaran.html#sthash.kT0TBufk.dpuf
Tidak ada komentar:
Posting Komentar