Kebutuhan manusia tidaklah terbatas, akan tetapi sumber daya yang ada
adalah sangat terbatas, sehingga diperlukan suatu upaya manusia atau
masyarakat untuk mengatur atau menentukan pilihan-pilihan terhadap
sumber daya yang terbatas itu untuk memenuhi kebutuhan manusia atau
masyarakat yang tidak terbatas. Sumber daya itu berupa: uang, modal,
tanah, mesin, pendidikan, keahlian, dll.
Misalnya: seseorang yang ingin memiliki sepeda motor, kulkas, mesin
cuci dengan penghasilan pas-pasan yang tidak mungkin bisa membeli
semuanya, maka dia harus menentukan pilihan dengan membeli salah satu
diantaranya. Dia menentukan pilihan tersebut karena pada saat itu dia
memiliki keterbatasan sumber daya berupa uang.
Contoh lainnya misalnya dialami sebuah perusahaan yang ingin
meningkatkan jumlah produksinya untuk menyaingi perusahaan lawan, maka
perusahaan itu harus menambahkan juga sumber daya-sumber daya tambahan,
misalnya tambahan mesin atau penggantian mesin kapasitas yang lebih
besar, tenaga kerja tambahan dan atau tenaga ahli baru, modal untuk
bahan mentah, tambahan gaji, perluasan pasar dll. Tidak mungkin semua
kebutuhan perusahaan itu akan terpenuhi sekaligus, sehingga perusahaan
harus menentukan pilihan-pilihan tentang sumber daya mana yang akan
dipenuhi terlebih dahulu.
Dari contoh kasus-kasus di atas dapat diketahui pentingnya mempelajari ilmu ekonomi, karena ilmu ekonomi
ini adalah ilmu yang mempelajari tentang upaya manusia baik secara
individu atau masyarakat dalam menentukan sumber daya yang terbatas
jumlahnya, untuk memenuhi kebutuhannya yang tidak terbatas.
Dalam definisi Paul A. Samuelson ilmu ekonomi adalah: studi mengenai
bagaimana cara manusia dan masyarakat sampai pada pilihan (dengan atau
tanpa uang) untuk menggunakan sumber-sumber ekonomi yang terbatas yang
dapat mempunyai kegunaan-kegunaan alternatif untuk menghasilkan berbagai
macam barang dan mendistribusikan untuk konsumsi baik sekarang maupun
masa yang akan datang diantara berbgai orang dan golongan dalam
masyarakat.
Kebutuhan yang dimaksud adalah kegunaan yang timbul dalam diri
manusia dan masyarakat dalam bentuk tuntutan untuk memperoleh
pemenuhannya.
Lingkup Ilmu Ekonomi
a. Microeconomics adalah bagian dari ilmu ekonomi yang membahas
perilaku individu dalam membuat keputusan penggunaan berbagai unit
ekonomi. Di sini ada perusahaan dan rumah tangga.
b. Macroeconomics adalah bagian dari ilmu ekonomi yang menjelaskan
perilaku ekonomi secara keseluruhan (economic aggregates) akan terkait
dengan income, output, employment, dan lain-lain dalam kerangka atau
skala nasional.
Pembagian Ilmu Ekonomi (Alferd W. Stonier dan Douglas C. Hague)
1. Descriptive Economics (ilmu ekonomi deskriptif).
Di sini dikumpulkan semua kenyataan yang penting tentang pokok pembicaraan (topik)
yang tertentu, artinya mendiskripsikan data-data yang menjelaskan berbagai fenomena dan kenyataan yang terjadi.
misalnya: sistem pertanian di Bali, atau industri katun di India.
2. Economic Theory (ilmu ekonomi teori atau teori ekonomi atau analisis ekonomi).
Di sini kita memberikan penjelasan yang disederhanakan tentang caranya
suatu sistem ekonomi bekerja dan ciri-ciri yang penting dari sistem
seperti itu. Teori ekonomi dibangun dengan landasan pengamatan sebab
akibat berdasarkan aksi dan reaksi yang terjadi dalam kehidupan ekonomi
masyarakat.
3. Applied Economics (ilmu ekonomi terapan).
Di sini kita mencoba mempergunakan rangka dasar umum dan analisis yang diberikan
oleh ekonomi teori untuk menerangkan sebab-sebab dan arti pentingnya
kejadian-kejadian yang dilaporkan oleh para ahli ekonomi deskriptif.
Metode Ekonomi
a. Positive economics
Ekonomi positif adalah pendekatan ekonomi
yang mempelajari berbagai pelaku dan proses bekerjanya aktivitas
ekonomi, tanpa menggunakan suatu pandangan subjektif untuk menyatakan
bahwa sesuatu itu baik atau jelek dari sudut pandang ekonomi.
Ekonomi positif di bagi menjadi dua, yaitu ekonomi deskriptif dan ekonomi teori.
b. Normative economics
Oleh beberapa ahli dari hal ini membangun
yang disebut dengan politik ekonomi (political economics), salah satu
cabangnya ekonomi kelembagaan. Ekonomi normatif adalah pendekatan
ekonomi dalam mempelajari perilaku ekonomi yang terjadi, dengan mencoba
memberikan penilaian baik atau buruk berdasarkan pertimbangan subjektif.
Adapun tiga masalah pokok dalam perekonomian, yaitu :
1. Jenis barang dan jasa apa yang akan diproduksi?
2. Bagaimana menghasilkan barang dan jasa tersebut?
3. Untuk siapa barang dan jasa tersebut dihasilkan?
Memecahkan Masalah Ekonomi :
1. Barang apa yang akan diproduksi (What): Ditentukan oleh hak memilih dalam nilai Rupiah yang dimiliki
konsumen.
2. Bagaimana barang diproduksi (How): Ditentukan oleh persaingan diantara produsen.
3. Bagi siapa barang dibuat (For Whom): Ditentukan oleh pola permintaan dan penawaran di pasar atas
faktor produksi.
Sistem Ekonomi Indonesia
Seperti yang kita ketahui bahwa yang menentukan bentuk suatu sistem
ekonomi kecuali dasar falsafah negara yang dijunjung tinggi, maka yang
dijadikan kriteria adalah lembaga-lembaga, khususnya lembaga ekonomi
yang menjadi perwujudan atau realisasi falsafah tersebut.
Pergulatan pemikiran tentang sistim ekonomi apa yang sebaiknya di
diterapkan Indonesia telah dimulai sejak Indonesia belum mencapai
kemerdekaannya. Sampai sekarang pergulatan pemikiran tersebut masih
terus berlangsung, hal ini tecermin dari perkembangan pemikiran tentang
sistim ekonomi pancasila SEP. Menurut Sri-Edi Suwasono (1985),
pergulatan pemikiran tentang ESP pada hakikatnya merupakan dinamika
penafsiran tentang pasal-pasal ekonomi dalam UUD 1945.
Pasal Ekonomi Dalam UUD 1945
Pasal 33 UUD 1945, yang dimaksud dengan cabang-cabang produksi yang
menguasai hajat hidup orang banyak adalah barang dan jasa yang vital
bagi kehidupan manusia, dan tersedia dalam jumlah yang terbatas.
Tinjauan terhadap vital tidaknya suatu barang tertentu terus mengalami
perubahan sesuai dengan dinamika pertumbuhan ekonomi, peningkatan taraf
hidup dan peningkatan permintaan.
Dengan demikian penafsiran pasal-pasal di ataslah yang banyak
mendominasi pemikiran SEP. Pemikiran tentang ESP, sudah banyak, namun
ada beberapa yang perlu dibahas secara rinci karena mereka merupakan
faunding father dan juga tokoh- tokoh ekonomi yang ikut mewarnai sistem
ekonomi kita, diantaranya :
1. Pemikiran Mohammad Hatta (Bung Hatta)
Bung Hatta selain sebagai tokoh Proklamator bangsa Indonesia, juga
dikenal sebagai perumus pasal 33 UUD 1945. bung Hatta menyusun pasal 33
didasari pada pengalaman pahit bangsa Indonesia yang selama berabad-abad
dijajah oleh bangsa asing yang menganut sitem ekonomi
liberal-kapitalistik. Penerapan sistem ini di Indonesia telah
menimbulkan kesengsaraan dan kemelaratan, oleh karena itu menurut Bung
Hatta sistem ekonomi yang baik untuk diterapkan di Indonesia harus
berasakan kekeluargaan
2. Pemikiran Wipolo
Pemikiran Wipolo disampaikan pada perdebatan dengan Wijoyo
Nitisastro tentang pasal 38 UUDS (pasal ini identik dengan pasal 33 UUD
1945), 23 september 1955.menurut Wilopo, pasal 33 memiliki arti SEP
sangat menolak sistem liberal, karena itu SEP juga menolak sector swasta
yang merupakan penggerak utama sistem ekonomi liberal-kapitalistik
3.Pemikiran Wijoyo Nitisastro
Pemikiran Wijoyo Nitisastro ini merupakan tanggapan terhadap
pemikiran Wilopo. Menurut Wijoyo Nitisastro, pasal 33 UUD 1945 sangat
ditafsirkan sebagai penolakan terhadap sector swasta.
4. Pemikiran Mubyarto
Menurut Mubyarto, SEP adalah sistem ekonomi yang bukan kapitalis dan
juga sosialis. Salah satu perbedaan SEP dengan kapitalis atau sosialis
adalah pandangan tentang manusia. Dalam sistem kapitalis atau sosialis,
manusia dipandang sebagai mahluk rasional yang memiliki kecenderungan
untuk memenuhi kebutuhan akan materi saja.
5. Pemikiran Emil Salim
Konsep Emil Salim tentang SEP sangat sederhana, yaitu sistem ekonomi
pasar dengan perencanaan. Menurut Emil Salim, di dalam sistem
tersebutlah tercapai keseimbangan antara sistem komando dengan sistem
pasar. “lazimnya suatu sistem ekonomi bergantung erat dengan
paham-ideologi yang dianut suatu negara”.
Sumitro Djojohadikusumo dalam pidatonya di hadapan School of
Advanced International Studies di Wasington, AS Tanggal 22 Februari
1949, menegaskan bahwa yang dicita-citakan bangsa Indonesia adalah suatu
macam ekonomi campuran. Lapangan-lapangan usaha tertentu akan
dinasionalisasi dan dijalankan oleh pemerintah, sedangkan yang lain-lain
akan terus terletak dalam lingkungan usaha swasta.
Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Sejak kemerdekaan pada tahun 1945, masa orde lama, masa orde baru
sampai masa sekarang (masa reformasi) Indonesia telah memperoleh banyak
pengalaman politik dan ekonomi. Peralihan dari orde lama dan orde baru
telah memberikan iklim politik yang dinamis walaupun akhirnya mengarah
ke otoriter namun pada kehidupan ekonomi mengalami perubahan yang lebih
baik.
1.Masa Orde Lama (1945-1966)
Pada masa ini perekonomian berkembang kurang menggembirakan, sebagai
dampak ketidakstabilan politik dan seringnya pergantian cabinet.
2. Masa Orde Baru (1966-1997)
Menghadapi perekonomian yang sedemikian rupa, pemerintah peralihan
menetapkan beberapa langkah perioritas kebijakan ekonomi sebagai berikut
:
a. Memerangi inflasi
b. Mencukupkan stok cadangan bahan pangan terutama beras
c. Merehabilitasi prasarana perekonomian
d. Meningkatkan ekspor
e. Menyediakan/menciptakan lapangan kerja
f. Mengundang kembali investor asing
3. Masa Reformasi (1998-sekarang)
Pada masa reformasi ini perekonomian indoensia ditandai dengan
krisis monoter yang berlanjut menjadi krisis ekonomi yang sampai saat
ini belum menunjukkan tanda-tanda kea rah pemulihan. Walaupun ada
pertumbuhan ekonomi sekitar 6% untuk tahun 1997 dan 5,5% untuk tahun
1998 dimana inflasi sudah duperhitungkan namun laju inflasi masih cukup
tinggi yaitu sekitar 100%. Pada tahun 1998 hampir seluruh sector
mengalami pertumbuhan negatif, hal ini berebeda dengan kondisi ekonomi
tahun 1999.
Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Pertumbuhan Ekonomi Indonesia
Adapun faktor yang mempengaruhi pertumbuhan ekonom Indonesia, secara umum adalah :
1. Faktor produksi
2. Faktor investasi
3. Faktor perdagangan luar negeri dan neraca pembayaran
4. Faktor kebijakan moneter dan inflasi
5. Faktor keuangan negara
Tidak ada komentar:
Posting Komentar